MANTAN MILISI PEMBERONTAK SURIAH BERGABUNG DENGAN PEMERINTAH MENUMPAS TERORIS DI DAMASKUS
Mantan para milisi pemberontak yang telah beralih sisi dan bergabung dengan kekuatan pemerintah Suriah terlibat dalam pertempuran sengit melawan militan Jaysh al-Islam di dekat Damaskus, sumber mengatakan pada hari Minggu.
Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), milisi pro-pemerintah Jaysh al-Wafaa meluncurkan pertempuran sengit pada Sabtu malam melawan militan Jaysh al-Islam di dekat benteng pemberontak di Douma, timur ibukota.
"Pertempuran sedang berlangsung saat ini," kata Direktur Observatorium Rami Abdel Rahman kepada AFP, Minggu.
Tugas milisi adalah untuk menghadapi Jaysh al-Islam, kelompok oposisi paling bersenjata di wilayah Damaskus, menurut Observatorium dan aktivis di Douma.
Pemerintahan Presiden Bashar al-Assad "mendanai dan mempersenjatai Jaysh al-Wafaa," kata Abdel Rahman.
"Di antara jajarannya adalah orang-orang bersenjata yang, setelah lebih dari satu tahun di bawah pengepungan, menyerahkan diri kepada rezim," kata Abdel Rahman kepada AFP.
Sebuah sumber yang dekat dengan pemerintah Assad dan juru bicara Jaysh al-Islam mengkonfirmasi kepada AFP bahwa pertempuran sedang berlangsung.
"Jaysh al-Wafaa didirikan tiga bulan lalu oleh masyarakat Douma dan para mantan pemberontak," kata sumber pro-pemerintah.
"Kemarin (Sabtu) mereka menyerang Jaysh al-Islam dan menewaskan 12 pejuangnya."
Observatorium itu tidak dalam posisi untuk mengkonfirmasi korban, tetapi mengatakan pasukan Jaysh al-Wafaa didukung oleh pejuang Lebanon Hizbullah di pertempuran darat, serta tembakan artileri SAA.
