sebelum memilih kuliah sebaiknya cek dulu di BAN PT apakah kuliah yang kamu pilih diakui apa nggak.untuk melihat akreditas kampus anda langsung aja klik kesini BAN-PT
Nabi Muhammad Saw pernah berkata, "Umatku banyak di akhir zaman, tapi mereka seperti buih di lautan.." Akhir zaman memang masa2 sulit bagi umat Islam, karena begitu gencarnya fitnah yang mampu membolak-balik akal dengan dahsyatnya. Yang benar disalahkan, yang salah tampak benar. Dan menariknya, fitnah2 ini juga datangnya dari dalam umat Islam sendiri. Perhatikanlah betapa dangkalnya pemikiran mereka2 yang terdampak virus radikal. Mereka sibuk menyerang siapa saja yang tidak sepaham, mereka begitu mudah didoktrin dan diprovokasi, mereka menjadi paranoid, mudah meledak dan - maaf - dungunya luar biasa. Seorang teman bertanya, mampukah kita menahan gelombang besar kebodohan seperti itu ? Saya bilang, tidak akan pernah bisa. Apa yang dikatakan Nabi Saw adalah sebuah ketetapan dan ketetapan harus berjalan. Ketetapan ini bukan karena Tuhan menghendaki kejahatan seperti itu, tetapi karena Tuhan Maha tahu apa yang akan terjadi akibat ulah manusia2 yang membangkang dari perint...
PENGUMUMAN Nomor 800 / 15205 /2016 TENTANG PERUBAHAN TATACARA PENDAFTARAN ULANG Sehubungan dengan Pengumuman Nomor : 800 / 14536 / 2016 tanggal 13 Desember 2016 tentang Penerimaan Tenaga Kontrak (NON-PNS) BLUD Di Lingkungan RSUD dr. Zainoel Abidin Tahun Anggaran 2017 , berkenaan hal tersebut kami informasikan bahwa Pendaftaran Ulang & Pengambilan Nomor Ujian yang semula dijadwalkan bertempat di RSUD dr. Zainoel Abidin dan dikarenakan banyaknya peminat dari dalam dan luar daerah maka PENDAFTARAN ULANG diadakan melalui ONLINE pada website RSUD dr. Zainoel Abidin (http://rsudza.acehprov.go.id) Demikian kami sampaikan dan terimakasih. Banda Aceh, 22 Desember 2016 M 22 Rabiul Awal 1438 H Ketua Panitia Seleksi Ujian Tenaga Kontrak (Non-PNS) RSUD dr. Zainoel Abidin dto FAKHRUDDIN, S. IP, M. ...
Yang menarik, mereka yang toleran biasanya mempunyai kadar intelektual yang tinggi. Bukan pintar karena orang pintar banyak, tetapi paham. Tidak mudah memahami sesuatu dengan cepat apalagi pada era media sosial dengan informasi yang datang berlawanan. Karena toleran, biasanya cara perlawanan mereka terhadap kaum intoleran lebih halus, tidak dengan memaki2 atau melemparkan kata2 kotor. Mereka tidak sampai hati untuk itu. Mereka hanya mengeluarkan sindiran2 bermakna, halus tapi selalu mengena. Humor mereka bagus, tidak garing dan kacangan dan selalu membuat orang berfikir terlebih dahulu untuk kemudian tertawa terbahak2. Bukan model slapstik yang cenderung membawa2 fisik. Seperti membahasakan dungu dengan cuti nalar. Emosian dengan sumbu pendek. Dan istilah2 seperti ini terus berkembang yang menandakan orang2 yang memahaminya adalah mereka yang kreatif. Mereka tidak terpancing untuk membalas dgn kata2 yg tidak sopan. Sekali lagi, mereka tidak akan sampai hati utk melakukan itu...
Komentar
Posting Komentar