Postingan

Rusa Turun dari Gunung Seulawah

Gambar
JANTHO - Warga di sekitar lereng gunung Seulawah Aceh Besar sempat dihebohkan dengan isu akan meningkatnya aktivitas gunung berapi Seulawah Agam. Warga mengaku merasakan beberapa gejala alam yang tidak biasa. Geuchik Gampoeng Ateuk, Kemukim Lamteuba Kecamatan Seulimuem Aceh Besar, Muhamad Jamin mengatakan, mereka memang belum mendapatkan pemberitahuan tentang adanya peningkatan aktivitas gunung Seulawah. Namun kata dia, warganya telah melihat adanya perubahan alam di sekitar gunung berapi itu. "Itu rusa sudah banyak yang turun dari bawah arah gunung selawah, tapi kami belum dapat informasi resmi tentang aktivitas Seulawah," katanya kepada The Atjeh Post, Sabtu, (28/5). Namun Jamin mengaku tidak berani mengkaitkan turunnya rusa itu dengan naiknya aktivitas gunung Seulawah. Sebab kata dia, di kawasan kemukiman Lamteuba juga banyak aksi penebangan liar. "Kemungkinan rusa itu turun karena ileggal loging yang luar biasa parah. Kami sudah berulang kali member...

GUNUNG SELAWAT MENGELUARKAN HAWA PANAS

BANDA ACEH - Penghuni Asrama Pelatih Sekolah Pendidikan Polisi Nasional (SPN) Cinta Alam, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar pada Jumat (27/5) malam mendadak geger ketika tanah di teras rumah Brigadir Polisi Muklis terasa panas bahkan ketika digali sempat mengepulkan asap dan semburan air. Fenomena di pegunungan Seulawah berjarak sekitar 62 kilometer timur Banda Aceh itu sedang diteliti oleh Tim Distamben Aceh. Brigadir Polisi Mukhlis yang dijumpai Serambi, Sabtu (28/5) siang mengatakan, pada Jumat malam itu, sekitar pukul 20.00 WIB, istrinya yang sedang melepaskan dirinya untuk berangkat piket mendadak merasakan panas di telapak kaki ketika menginjak lantai teras rumah. “Saya semula curiga sumber panas itu akibat konsleting listrik. Sebab, secara kebetulan lokasi panas tersebut berada di bawah meteran listrik. Hingga kami memanggil petugas PLN. Tapi setelah dicek petugas PLN tak ada hubungannya panas tanah dengan meteran listrik,” kata Mukhlis. Mengantisipasi hal-hal...

Pasca Transisi, Aceh Menuju Perpecahan

Banda Aceh - Aceh dalam transisi menuju balas dendam politik atau alternatif baru yang demokratis. Demikian diantara persoalan yang dicoba kupas sebuah buku baru hasil research tim-tim peneliti Aceh dan UGM yang disupervisi oleh Prof. Olle Tornquist dari Universitas Oslo. Pembedahan buku tersebut berlangsung setengah hari ini dengan menampilkan moderator Fuad Mardhatillah, dengan narasumber Wawan Mas’udi , dosen Ilmu Pemerintahan dan Politik UGM, Otto Syamsuddin Ishak , sosiolog,yang sudah tidak asing lagi di Aceh, dan Affan Ramli, seorang penulis muda yang cukup prolifik. Jumat di Banda Aceh, Jumat (27/5) dalam pernyataan tertulis Dalam menganalisa buku tersebut, Otto menyatakan bahwa pasca masa transisi, Aceh mengalami periode transformasi yang mengarah pada fragmentasi (perpecahan). Pertanyaan besar setelah periode ini adalah apa yang terjadi setelah fragmentasi. “Aceh memiliki karakter sosial politik yang bisa berkontribusi pada teori baru . Saya mengapresiasikan isi...

Museum Aceh Tidak Punya Air Bersih di Toilet

Banda Aceh — Direktur PDAM Tirta Daroy Banda Aceh Junaidi melalui Kepala Seksi Penagihan, Jafar kepada The Globe Journal, Rabu (25/5) mengatakan Museum Aceh adalah satu-satunya instansi yang sudah 41 bulan tidak membayar rekening air ke PDAM. Pihaknya sudah berulang kali menyurati Kepala UPTD Museum Aceh itu, tapi tidak pernah ada jawaban. Jafar mengatakan sulit sekali untuk bertemu dengan Kepala UPTD Museum Aceh itu karena sering tidak di kantor. “Kita sudah mengambil jalur penyelesaian terakhir yaitu memutuskan saluran PDAM ke Museum Aceh itu pada, Jum’at 20 Mei 2011”, tegas Jafar. Menuru Jafar, jumlah tunggakannya mencapai Rp 26.183.590 untuk 41 bulan. Nomor pelanggan Museum Aceh ini adalah 023159. Secara menyeluruh gedung pemerintahan dan instansi yang ada di Banda Aceh ini sudah selesai dan tidak ada masalah lagi. “Hanya Museum Aceh yang merupakan instansi yang nakal”, katanya lagi. Sementara itu Kepala UPTD Museum Aceh yang juga merangkap Sekretaris Dinas Kebudayaan...

Harga Emas Di Aceh Tembus Rp 412.500/Gram

Banda Aceh — Harga emas di Aceh cenderung stabil dalam pekan ini. Transaksi jual beli emas di sejumlah toko di Pasar Aceh, Kota Banda Aceh berjalan normal. Memed, salah seorang pedagang emas di Toko Haji Keuchik Leumik, pasar Aceh kepada The Globe Journal, Sabtu (21/5) mengatakan harga emas di Aceh akhir-akhir stabil, bertengger di harga Rp 412.500 per gram untuk emas murni 99 persen. Emas murni 99 persen per mayamnya dijual seharga Rp 1.375.687,- kemudian emas 97 persen Rp 1.334.416 dan emas 90 persen tembus dengan harga Rp 1.238.118,-. Memed mengatakan untuk harga emas dunia kini bertahan di 1.510 tri on. Kondisi harga emas sekarang ini mengakibatkan transaksi jual emas meningkat karena tingginya kebutuhan masyarakat. Memed memperkirakan 60 persen transaksi jual emas dan 40 persen lagi minat masyarakat yang beli emas. Harga minggu ini lebih baik dari pada harga emas tiga minggu yang lalu sempat menembus Rp 1.400.000 per mayamnya. Harga itu menurut Memed biasanya be...

Punya Rp 100 Juta ? Ayo Investasi di Bursa Berjangka

Banda Aceh — Minimal Rp 100 Juta dana investasi awal dari nasabah perorangan Untuk Bisnis Derivatif di PT. Inter Pan Pasifik Futures. Inter Pan bergerak sebagai perusahaan pialang yang berorientasi bisnis perdagangan mata uang asing (Forex), indeks dan emas mengajak para pengusaha Aceh untuk melakukan investasi bisnis bursa berjangka dan Perdagangan international berdasarkan amanat nasabah. Hal tersebut dikatakan HRD Manager PT. IPPF Kantor Cabang Banda Aceh, Abdul Rahman Edo Kepada The Globe Journal, Senin (23/5) di Banda Aceh. Edo mengatakan PT. IPPF fokus pada orang-orang Aceh yang ekonomi menengah ke atas dan berpotensi melakukan investasi di bursa berjangka dan perdagangan international. Ada tiga produk yang diperdagangkan yaitu, Forex (Perdagangan mata uang asing), INDEX dan Commodity (Emas). Inter Pan membatasi hanya lima produk mata uang asing yaitu Euro, Poundsterling,Swiss, Dollar Australia dan Yen terhadap Dollar Amerika. Sedangkan Indeksnya adalah Hang Seng ( ...

Tiket Menuju Sabang Ludes Dibooking Apeksi

Banda Aceh — Dua kapal cepat yang melayani rute Banda Aceh — Balohan Sabang yaitu Pulau Rondo dan Express Bahari telah dibooking penuh untuk kegiatan rangkaian tour peserta Rakernas Apeksi ke VIII pada Minggu, 29 Mei 2011 mendatang. Hal tersebut dikatakan oleh Manager Operasional PT. Seah Sea Lines Pulau Rondo, Busra kepada The Globe Journal, Jum’at (27/5) di Banda Aceh. Didampingi stafnya Sasliansyah, Busra mengatakan kemungkinan tidak ada tiket lagi yang tersedia untuk masyarakat umum yang ingin berangkat ke Balohan Sabang atau yang ingin kembali ke Banda Aceh pada Minggu, 29 Mei nanti. Menurut Busra dua unit kapal cepat sudah dibooking penuh untuk kegiatan Tour Apeksi ini. “Yang tanggung semuanya adalah Pemerintah Kota Sabang,”kata Busra. Bahkan pihaknya masih menunggu list atau nama-nama penumpang yang akan berangkat nanti dari Pemko Sabang. Busra mengatakan dua kapal cepat itu masing-masing Express Bahari dan Pulau Rondo yang memiliki kapasitas 225 orang per kapal. K...