Pages

Sabtu, 13 Februari 2016

Rekrutmen BLKI-Banda Aceh untuk Pelatihan Berbasis Kompetensi TA.2016



BLKI Banda Aceh
BLKI (Balai Latihan Kerja Industri ) Banda Aceh kembali membuka Rekrutmen Pelatihan Berbasis Kompetensi di BLK Banda Aceh Tahun 2016. BLKI Banda Acehmemberikan pelatihan Secara Gratis. Berikut salinan Berita yang dipublikasikan OlehBLKI Banda Aceh melalui Kios3in1.net

Rekrutmen Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) T.A 2016 BLK BANDA ACEH

BLK BANDA ACEH MEMBUKA PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI T.A 2016 (GRATIS), KESEMPATAN MENGIKUTI PELATIHAN TERBUKA UNTUK UMUM DENGAN SUB KEJURUAN SEBAGAI BERIKUT:
  1. TEKNIK KENDARAAN RINGAN - BENSIN 
  2. TEKNIK KENDARAAN RINGAN - DIESEL 
  3. OTOMASI INDUSTRI/PLC
  4. TEKNIK REFRIGERASI KOMERSIAL/AC
  5. LAS SMAW 3G
  6. LAS FABRIKASI (HOME INDUSTRI) 
  7. MESIN PRODUKSI/BUBUT
  8. SEPEDA MOTOR 
  9. MEUBELAIR
  10. FINISHING KAYU 
  11. MENJAHIT
  12. GRAPHIC DESIGN
  13. BASSIC OFFICE
  14. WEB PROGRAMMER
  15. INSTALATIR PENERANGAN
  16. INSTALASI TENAGA
  17. OTOMASI INDUSTRI/PLC
  18. AUDIO VIDEO/TV
  19. GAMBAR BANGUNAN/AUTO CAD
  20. TEKNIK BORDIR
  21. TECHNICAL SUPPORT
  22. TEKNISI TELEPON SELULER
PERSYARATAN PENDAFTARAN:

  1. Foto copy ijazah TERAKHIR ( 1 LEMBAR)
  2. Foto copy KTP (1 LEMBAR)
  3. PAS FOTO LATAR BELAKANG MERAH 3X4 ( 4 LEMBAR)
TEMPAT DAN WAKTU PENDAFTARAN PELATIHAN :
Tempat:
KIOS 3 IN 1 BALAI LATIHAN KERJA (BLK) BANDA ACEH, 
Alamat JL. Kesatria Geuce Komlek

Waktu Pendaftaran : SENIN s/d JUM'AT (08.00 - 16.00 WIB)

Untuk Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi:
PETUGAS KIOS 3IN1 (0813-1157-7020)

Minggu, 01 November 2015

UMAT NGAMBANG

Yang menarik, mereka yang toleran biasanya mempunyai kadar intelektual yang tinggi. Bukan pintar karena orang pintar banyak, tetapi paham.
Tidak mudah memahami sesuatu dengan cepat apalagi pada era media sosial dengan informasi yang datang berlawanan.
Karena toleran, biasanya cara perlawanan mereka terhadap kaum intoleran lebih halus, tidak dengan memaki2 atau melemparkan kata2 kotor. Mereka tidak sampai hati untuk itu. Mereka hanya mengeluarkan sindiran2 bermakna, halus tapi selalu mengena.
Humor mereka bagus, tidak garing dan kacangan dan selalu membuat orang berfikir terlebih dahulu untuk kemudian tertawa terbahak2. Bukan model slapstik yang cenderung membawa2 fisik. Seperti membahasakan dungu dengan cuti nalar. Emosian dengan sumbu pendek.
Dan istilah2 seperti ini terus berkembang yang menandakan orang2 yang memahaminya adalah mereka yang kreatif. Mereka tidak terpancing untuk membalas dgn kata2 yg tidak sopan. Sekali lagi, mereka tidak akan sampai hati utk melakukan itu karena dasarnya mereka toleran.
Imam Ali as pernah ditanya oleh sahabatnya, "Wahai Imam, apakah kebijaksanaan itu ?" Imam menjawab, "Menaruh sesuatu sesuai pada tempatnya. Sedangkan jahil adalah kebalikannya.."
Toleran adalah lawan kata dari intoleran, cuma dua pilihan itu dan tidak ada posisi tengah. Tinggal memilih kita harus ada di barisan mana.
Seperti benar dan salah, kita harus berpihak pada salah satunya, itulah yg dinamakan kebijaksanaan, bukan gamang. Orang gamang biasanya tidak tahu apa2, tidak mau belajar mendengarkan dan mencoba memilah perkataan, dan perkataannya biasanya selalu ngambang.
Kok jadi ngga enak makan kalau bicara ngambang, ya.....

Penulis : Denny Siregar

Akhir zaman memang masa masa sulit bagi umat Islam

Nabi Muhammad Saw pernah berkata, "Umatku banyak di akhir zaman, tapi mereka seperti buih di lautan.."
Akhir zaman memang masa2 sulit bagi umat Islam, karena begitu gencarnya fitnah yang mampu membolak-balik akal dengan dahsyatnya. Yang benar disalahkan, yang salah tampak benar. Dan menariknya, fitnah2 ini juga datangnya dari dalam umat Islam sendiri.
Perhatikanlah betapa dangkalnya pemikiran mereka2 yang terdampak virus radikal. Mereka sibuk menyerang siapa saja yang tidak sepaham, mereka begitu mudah didoktrin dan diprovokasi, mereka menjadi paranoid, mudah meledak dan - maaf - dungunya luar biasa.
Seorang teman bertanya, mampukah kita menahan gelombang besar kebodohan seperti itu ? Saya bilang, tidak akan pernah bisa. Apa yang dikatakan Nabi Saw adalah sebuah ketetapan dan ketetapan harus berjalan. Ketetapan ini bukan karena Tuhan menghendaki kejahatan seperti itu, tetapi karena Tuhan Maha tahu apa yang akan terjadi akibat ulah manusia2 yang membangkang dari perintahNya.
Yang bisa kita lakukan hanya menyampaikan sesuatu yang benar dan dengan cara yang benar, itulah tugas kita dan disitulah amalan kita dihitung, bukan dari seberapa banyak orang yang menerimanya. Karena hidayah itu adalah urusan Tuhan dan semua tergantung manusia itu bagaimana berusaha menggapainya.
Agama itu seperti candu, baik dalam sisi baik maupun sisi buruk. Sisi baik adalah kita menjadi stabil dalam hidup karena terus menggali ilmu sebagai pegangan, dan sisi buruk adalah ketika kita menjadi arogan dan merasa paling benar dalam keimanan. Sulit melepaskan diri dari kecanduan itu, kecuali memang ada kejadian yang sangat spesial. Dan apakah kecanduan agama itu berpengaruh baik atau buruk terhadap seseorang, terlihat jelas dari perilakunya dalam pergaulan sosial. Itu output dalam beragama, kita menjadi berlian atau malah menjadi kotoran. Mudah sebenarnya menilainya, karena agama selalu mengajarkan kebaikan dan bukan kekerasan.
Yang perlu dicatat, kebaikan itu bukan kegamangan. Kebaikan itu berpihak dan bukan netral. Karena diantara Benar dan Salah, manusia tidak bisa berdiri di tengah atau mencampur-adukkannya sebab itu sama saja dengan kebodohan, ketidak-mampuan memilah.
Di dalam hidup, manusia selalu dihadapkan pada dua pilihan, benar atau salah. Itu saja, tidak ada pilihan ragu2 atau semua benar dan semua salah. Ini bukan pilihan berganda. Karena itu supaya tidak salah memilih, kita harus belajar dari soal2 yang dihadirkan supaya tidak hitung kancing dalam menjawab.
Saya pernah bertanya kepada seorang teman, kenapa ada orang2 salah di sekitar kita ? Dia menjawab dengan lugas, supaya kita tahu bahwa langkah kita benar.
Rumit ? Sebenarnya sederhana saja hanya bagi sebagian orang menjadi begitu rumit. Ukurannya mudah, jadilah manusia yang toleran, kata Imam Ali as, karena mereka yang toleran Tuhan akan mengangkat kesalahan2nya. Toleran pasti lawan katanya adalah intoleran.
Benci adalah sifat iblis, cabang dari kesombongan. Karena itu ketika seseorang membenci sesuatu secara berlebihan, mereka pasti akan mengalami kegagalan memahami sesuatu dengan rasional, sebab ia sudah dipenuhi oleh nafsu dan bukan lagi akal.
Contoh benci menghilangkan akal itu adalah saat seseorang melihat alat pemadam kebakaran dan dia ber-ilusi itu tempat sampah. Atau kebakaran hutannya di sumatera, pakai maskernya di senayan.
Untung saja mereka tetap pakai sempak di dalam. Meski begitu kita tidak tahu apakah mereka memakainya dgn sangat bernafsu, sehingga bagian bokong dipakai di depan. Yang biasa terasa sempit, rasanya kok jadi luas seperti sedang berada di taman.

Denny Siregar

Minggu, 24 Mei 2015

Pesantren Sunny Di Tengah Masyarakat Bermadzhab Syi'ah

Selama di Iran, selain   mengunjungi Khauzah Ilmiah,  madrasah,  dan juga perguruan tinggi yang bermadzah Syi’ab,  saya juga diundang untuk  bersillaturrahmi ke  pesantren pengikut  Madzhab Sunny. Memang dilihat dari madzhabnya,  masyarakat Iran bertolak belakang  dari masyarakat Islam di Indonesia. Mayoritas umat Islam di Iran  adalah pengikut Syi’ah,   namun ada juga  sedikit  yang mengikut  madzhab sunny. Sebaliknya  di Indonesia, mayoritas  mengikuti madzhab  Sunny, tetapi  juga  ada, sekalipun jumlahnya tidak banyak,  yang mengikuti madzhab Syi’ah.

Lembaga pendidikan Islam berupa pesantren pengikut Sunny yang saya kunjungi dimaksud  adalah Darul Ulum lita’limil Qur’an wa Sunnah,  berada di Khurazan, yaitu arah timur  dari kota Teheran, berjarak kira-kira  900 km, sehingga  dapat ditempuh selama satu jam dengan pesawat terbang dan  masih harus  ditambah  perjalanan dengan mobil sekitar satu setengah jam lagi.   Tempat di mana pesantren ini berada, lebih mengesankan sebagai wilayah pedesaan. Kesan saya, keadaan lembaga pendidikan Islam di Khurazan ini  terasa mirip dengan kebanyakan pesantren di Indonesia.     

Di  di wilayah Khurazan,  nama Imam Al Ghazali sangat dikenal. Untuk menuju daerah Thus, di mana ulama besar pengarang Kitab Ihya’ Ulumuddin  itu dilahirkan dan sekaligus juga tempat wafatnya, dari  pesantren dimaksud tidak terlalu jauh. Menurut informasi  yang disampaikan oleh pimpinan pesantren yang saya kunjungi, bahwa  untuk sampai di makam Imam al Ghazali  hanya memerlukan waktu beberapa  menit saja. Namun oleh karena keterbatasan waktu, saya dan rombongan tidak mungkin berziarah di makam ulama besar  yang sangat dihormati oleh umat Islam di Indonesia dimaksud.

Di daerah Khurazan tidak semua umat Islam menjadi  penganut Sunny. Sebagaimana umat Islam di Iran  pada umumnya,  adalah  mengikuti  madzhab Syi’ah. Namun demikian,  hubungan di antara umat Islam yang berbeda madzhab tersebut    terjalin dengan baik. Tatkala mendengar kabar  bahwa pondok pesantren Darul Ulum li Ta’limin Qur’an wa Sunnah kedatangan tamu dari Indonesia, maka ulama Syi’ah juga  diundang dan hadir  ke  tempat itu untuk bersama-sama menyambut dan memberi penghormatan.

Pengasuh pesantren pengikut  madzhab Sunny, sebagai tuan rumah  juga  menjelaskan bahwa, perbedaan madzhab di wilayah Khurazan  tidak menjadikan umat Islam berpecah belah. Sekalipun berbeda madzhab,  di antara mereka  berhasil menjalin kerukunan dan saling menghormati. Pimpinan pesantren ini memberikan contoh kerukunan itu, ialah misalnya  di  dalam memperingati  hari kelahiran Nabi Muhammad, saw. Menurut keyakinan madzhab Sunny, Nabi Muhammad lahir pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal, sementara Madzhab Syi’ah meyakini bahwa, kelahiran  itu jatuh  pada tanggal 17  pada bulan yang sama.

Perbedaan keyakinan tersebut tidak  melahirkan masalah. Keduanya berhasil memahami dan juga  menghormati.  Ketika umat Islam bermadzhab Sunny memperingati hari kelahiran  Nabi Muhammam pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal, maka pengikut madzhab Syi’ah diundang dan juga datang. Demikian pula sebaliknya, ketika pengikut Madzhab Syi’ah memperingati hari kelahiran Rasulullah itu   pada tanggal 17 pada bulan yang sama, maka pengikut Madzhab  Sunny juga diundang dan hadir.  Masing-masing mengetahui atas perbedaan itu, namun tidak menjadikan di antara mereka saling membenci dan apalagi memusuhi.

Pesantren Darul Ulum li Taklimil Qur’an wa Sunnah yang ada di Khurazan tersebut dipimpin oleh seorang ulama  yang tampak  kharismatik  dan dibantu oleh beberapa asatidz. Sama dengan  di Indonesia, pesantren yang berjarak sekitar 900 km arah timur dari kota Teheran itu  juga terdiri  atas  masjid, ruang belajar, dan tempat menginap para santri. Dari pesantren ini juga tampak gambaran  kesederhaannya, kemandirian para santri, dan juga kitab kuning yang dipelajari  pada setiap hari.

Hal yang  agaknya  mungkin saja berbeda dari  pesantren di Indonesia, ------sesuai dengan apa yang dijelaskan oleh  pengasuh pesantren Darul Ulum li  Ta’limil Qur’an wa Sunnah ini, adalah   bahwa sehari-hari jenis dan kualitas makanan bagi semua    warga pesantren, baik pengasuh, asatidz, dan santrinya adalah sama.  Tidak terkecuali,   jamuan makan  yang diberikan kepada tamu, ----termasuk  kepada  saya dan rombongan, menurut penuturan pengasuhnya,  tidak berbeda dari makanan para santri.  Nilai kebersamaan selalu diwujudkan  di pesantren ini.   

Pesantren  bermadzhab Sunny yang berada di tengah-tengah  mayoritas bermadzhab Syi’ah ternyata tidak merasa  terganggu. Di antara mereka terbangun saling berkomuniukasi dan bahkan juga  saling membantu.  Informasi tentang kedatangan tamu dari Indonesia juga  diperoleh dari  Ulama’ Syi’ah yang mengundang. Kedatangan saya dan  rombongan ke Pesantren pengikut Madzhab Sunny di Khurazan dimaksud,  dijemput oleh pengasuhnya sendiri ke Kota Masyhad, tempat  saya menginap,  dan juga  mengajak serta bPimpinan Lembaga Takrib bainal Madzahib  yang  bermadzhab  Syi’ah. Melalui contoh ini, adanya perbedaan madzhab,  ternyata  tidak menghalangi   pelaksanaan ajaran Islam yang mengharuskan agar di antara sesama selalu bersatu dan saling mengasihi. Wallahu a’lam   
sumber : old.uin-malang.ac.id

Posting Lama

MAU PASANG WI FI DIRUMAH ?
tapi tidak ada jaringan telkom ?
kami bisa memasang wi-fi dirumah atau kantor anda
hubungi kami :
BELIANET SAMAHANI ACEH BESAR
0853 72299929